KH Jazuli Juwaini Pimpin PB Mathla’ul Anwar, Kyai Mursyid: Beliau Kembali untuk Membesarkan Organisasi Ini

Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang digelar di Serang, Banten, resmi menetapkan Dr. K.H. Jazuli Juwaini, MA sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar periode terbaru.

Terpilihnya sosok Jazuli membawa angin segar bagi organisasi pendidikan dan dakwah tertua ini untuk memperkuat kontribusi konkretnya terhadap pembangunan ekonomi umat dan sosial di Indonesia.

Ketua DPW Mathla’ul Anwar Riau yang juga Anggota DPD RI, Kyai Mursyid, menyatakan dukungan penuh atas hasil keputusan muktamar tersebut.

Menurutnya, figur Jazuli Juwaini merupakan cerminan keberhasilan kaderisasi internal organisasi yang memiliki rekam jejak pendidikan dan jaringan internasional yang mumpuni.

“Kami menaruh harapan besar dengan hadirnya pimpinan baru, karena beliau KH Jazuli Juwaini juga lahir dan didikan madrasah dari Matla’ul Anwar, bahkan untuk pendidikan di Saudi dapat rekom dari organisasi ini. Dari sisilah nasab sangat terkait. Dulu, dididik di organisasi ini dan sekarang kembali untuk membesarkan organisasi ini, Matla’ul Anwar,” ujar Kyai Mursyid saat dihubungi Bertuahpos, Senin, 13 April 2026.

Kyai Mursyid menilai latar belakang Jazuli sangat luar biasa dalam membawa perubahan strategis bagi organisasi. Ia menegaskan bahwa keluarga yang religius serta pengalaman luas sang ketua umum, akan menjadi modal besar bagi kontribusi organisasi ke depan.

“Memang banyak pekerja bagi Matla’ul Anwar. Latar belakang Dr. K.H. Jazuli Juwaini, MA luar baisa. Keturunannya juga dari keluarga religius ditambah lagi berpengalaman, semuanya memberikan kontribusi. Kita berharap besar lah. Saya yang berada di barisan terdepan untuk mendukung beliau,” ungkapnya.

Terkait proses pemilihan, Kyai Mursyid menyebutkan bahwa terpilihnya Jazuli telah melalui prosedur yang benar di tengah munculnya beberapa tokoh yang maju. Ia meyakini Jazuli adalah sosok paling layak untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam menjaga relevansi Mathla’ul Anwar sebagai organisasi yang lahir sejak tahun 1916.

Baginya, kebanggaan organisasi bukan hanya terletak pada usia, melainkan pada dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat melalui pilar dakwah, pendidikan, dan sosial yang berkelanjutan.

“Tantangan Matla’ul Anwar ke depan diakui atau tidak kita organisasi tertua 1916 sudah lahir, namun kita tidak hanya usia yang jadi kebanggaan, terutama ada kontribusi kongkrit untuk bangsa, terutama bergerak di bidang dakwah, pendidikan dan sosial,” tambah Kyai Mursyid.

Ke depan, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menata ulang struktur organisasi guna melahirkan kader-kader yang siap bersaing secara global namun tetap membumi secara sosial-ekonomi.

Fokus utama dalam periode ini adalah membangkitkan kembali potensi organisasi yang sempat tertidur. “Kita harap bagaimana bisa membangkitkan batang terendam, kita sudah diskusi ada beberapa yang harus di tata terutama dari struktur organisasi. Maka kita mencari kader yang siap,” sebutnya.

Share
Exit mobile version