5 Makanan Berlemak yang Justru Harus Dikonsumsi Saat Diet

SERANGPOS.COM – Kebanyakan orang yang sedang diet akan makanan berlemak. Padahal secara alami tubuh membutuhkan asupan lemak dan ada beberapa makanan yang mengandung lemak sehat.

sebagian besar orang yang menjalani diet insufisiensi pankreas eksokrin (EPI), mungkin berasumsi harus menghindari makanan berlemak untuk mencegah gejala pencernaan yang tidak nyaman. Padahal sebenarnya lemak dan sumber nutrisi lainnya tetap dibutuhkan dalam diet ini.

Dilansir dari Everyday Health (13/11) tubuh membutuhkan lemak dalam jumlah tertentu untuk tetap bisa bekerja dengan baik. “Setiap bagian tubuh membutuhkan lemak untuk bekerja,” kata Kelly Scheller, ahli diet di M Health Fairview di Minneapolis.

Pelaku diet EPI harus makan lemak dalam jumlah sedang dari sumber yang sehat. Jumlahnya sekitar 35 hingga 40 gram sehari. Lemak yang dikonsumsi ini harus berasal dari sumber yang sehat untuk mencegah sakit perut, kembung, atau lemak perut yang dapat diakibatkan oleh asupan lemak berlebih.

Berikut ini beberapa makanan dengan lemak sehat yang bisa menjadi pilihan seperti dilansir dari detikcom:

1. Salmon
“Dalam hal sumber lemak hewani, ikan adalah yang terbaik,” kata Scheller. “Beberapa ikan berlemak sebenarnya lebih tinggi lemaknya daripada lemak pada daging sapi, tetapi lebih mudah dicerna.”

Dalam setiap 100 gram salmon mengandung sekitar 4,5 gram lemak. Selain salmon, ikan todak, dan tuna juga mengandung vitamin D yang larut dalam lemak. Ini membantu menjaga kesehatan tulang, menurut Office of Dietary Supplements di National Institutes of Health.

Meskipun mengandung sumber lemak baik, tetapi tetap konsumsi salmon dalam porsi secukupnya. Salmon bisa diolah menjadi berbagai hidangan seperti dijadikan salmon panggang, sup salmon ataupun disantap mentah sebagai sashimi. *

2. Alpukat

Seperempat cangkir alpukat mengandung lebih dari 6 gram lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. “Lemak memiliki peran penting dalam menyediakan energi bagi tubuh, menjaga suhu tubuh, melindungi organ vital, dan memungkinkan penyerapan nutrisi yang larut dalam lemak di usus,” kata Kristen M. Roberts, PhD, RDN, asisten profesor di Sekolah Ilmu Kesehatan dan Rehabilitasi di Pusat Medis Wexner Universitas Negeri Ohio di Columbus.

Selain lemak sehat, alpukat juga mengandung serat dan nutrisi seperti vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, folat, kalium, dan beta-karoten. Alpukat juga punya rasa yang lezat dan bisa dijadikan pilihan santapan untuk sarapan, camilan ataupun campuran dalam minuman.

3. Minyak Zaitun

Salah satu jenis minyak terbaik untuk memasak adalah minyak zaitun, karena mengandung asam lemak tak jenuh tunggal, kata Dr. Roberts. Dalam satu sendok teh minyak zaitun mengandung 4,5 gram lemak.

Pedoman Diet 2020 untuk Orang Amerika merekomendasikan memasak dengan minyak nabati, seperti zaitun, sebagai pengganti lemak yang tinggi lemak jenuh, seperti mentega. Minyak canola, biji rami, dan kedelai juga bisa menjadi pilihan lemak nabati lainnya.

Vitamin tertentu, seperti A dan K, larut dalam lemak, artinya mereka diserap bersama dengan lemak. Jadi konsumsi sedikit lemak bersama sayuran akan memungkinkan tubuh menyerap vitamin secara maksimal.

4. Coklat Hitam

Orang yang sedang diet juga disarankan untuk mengurangi gula rafinasi, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menikmati sedikit makanan manis, kata Scheller. Dari beberapa pilihan makanan, kamu bisa mencoba cokelat hitam.

Cokelat hitam mengandung 70 persen kakao yang terdiri dari antioksidan dan polifenol paling banyak. Dua zat ini dianggap bermanfaat bagi kesehatan metabolisme secara keseluruhan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada September 2018 di jurnal Molecules.

Lagipula tak ada yang berani menolak lezatnya sepotong cokelat. Cokelat juga memicu hormon rasa bahagia yang dijamin bikin siapapun akan senang menikmatinya.

5. Telur

Banyak orang menganggap telur sebagai makanan yang relatif mudah dicerna, dibandingkan daging berlemak. “Kuningnya adalah sumber lemak, dan telur adalah sumber protein yang baik,” kata Scheller.

Satu butir telur mengandung 6 gram protein dan 5 gram lemak. Orang dengan EPI berisiko kekurangan gizi, karena pencernaan mereka tidak bekerja dengan baik, jadi penting untuk menemukan sumber protein dan lemak sehat yang disiapkan dan dimakan. *

Share