Menjelang Lebaran 2026, tren fashion tidak lagi melulu soal membeli pakaian baru. Banyak orang mulai beralih ke konsep mix and match baju lama agar tetap tampil modis, hemat, dan ramah lingkungan. Gaya ini dinilai semakin relevan di tengah kesadaran masyarakat terhadap konsumsi berkelanjutan sekaligus efisiensi pengeluaran menjelang hari raya.
Fenomena ini muncul karena kebiasaan membeli baju baru saat Lebaran mulai dipertanyakan. Padahal, pakaian lama yang masih layak pakai sebenarnya bisa disulap menjadi outfit baru dengan kombinasi yang tepat. Para pengamat fashion menilai, kreativitas dalam memadupadankan pakaian justru menjadi kunci utama untuk tampil stylish tanpa harus belanja berlebihan.
Selain hemat, memanfaatkan koleksi lama di lemari juga dinilai lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tradisi memakai baju baru setiap Lebaran kini mulai bergeser ke gaya yang lebih bijak, yakni mendayagunakan pakaian lama yang jarang digunakan namun masih berkualitas.
Salah satu cara paling efektif adalah mengombinasikan atasan dan bawahan yang sebelumnya tidak pernah dipadukan. Misalnya, tunik lama bisa dipasangkan dengan rok plisket atau celana kulot agar tampilan terasa berbeda dan lebih segar. Perubahan siluet sederhana ini dapat menciptakan kesan outfit baru tanpa harus membeli pakaian tambahan.
Tidak hanya itu, penggunaan outer seperti cardigan, blazer, atau kimono juga bisa menjadi trik instan untuk menyegarkan penampilan. Layering yang tepat mampu mengubah busana sederhana menjadi lebih elegan dan modern, terutama untuk acara silaturahmi Lebaran yang membutuhkan tampilan rapi namun tetap nyaman.
Aksesori juga memegang peran penting dalam menghidupkan kembali gaya lama. Tambahan bros, tas, belt, atau hijab dengan warna berbeda dapat memberikan sentuhan baru pada outfit yang sama. Detail kecil seperti ini kerap menjadi elemen kunci yang membuat tampilan terlihat lebih menarik tanpa perubahan besar.
Tren Lebaran 2026 sendiri diprediksi masih didominasi warna lembut dan earth tone seperti sage green, cream, hingga maroon yang mudah dipadukan dengan berbagai item lama di lemari. Palet warna netral ini memudahkan proses mix and match sekaligus memberi kesan elegan dan timeless.
Konsep mix and match juga sejalan dengan gaya hidup minimalis yang kini semakin populer. Banyak orang mulai menyadari bahwa gaya bukan ditentukan oleh jumlah pakaian baru, melainkan bagaimana cara memaksimalkan item yang sudah dimiliki. Pendekatan ini membuat seseorang tetap fashionable tanpa harus mengikuti arus konsumtif setiap musim Lebaran.
Di sisi lain, memanfaatkan baju lama juga membantu mengurangi limbah tekstil yang terus meningkat. Kebiasaan membeli pakaian baru setiap tahun berkontribusi pada penumpukan sampah fashion, sehingga penggunaan ulang menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus ekonomis.
Untuk hasil maksimal, pemilihan bahan yang nyaman seperti katun, linen, atau rayon juga penting agar tetap nyaman dipakai sepanjang hari saat bersilaturahmi. Selain itu, penyesuaian outfit dengan aktivitas—mulai dari salat Id hingga kumpul keluarga—akan membuat penampilan tetap relevan dan praktis.
Pada akhirnya, tampil menarik di Hari Raya tidak harus identik dengan pakaian baru. Dengan strategi mix and match yang tepat, baju lama bisa terlihat fresh, stylish, dan tetap sesuai tren. Lebaran pun dapat dirayakan dengan lebih bijak, hemat, dan tetap penuh percaya diri tanpa harus menguras anggaran belanja fashion.











