Profil Stadion Pembuka Piala Dunia: Azteca, Saksi Magis Pele-Maradona

Estadio Azteca di Mexico City resmi menjadi panggung pembuka Piala Dunia 2026. Laga perdana antara Meksiko kontra Afrika Selatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 02.00 WIB.

Stadion yang berdiri di kawasan Coyoacan, Santa Ursula Coapa itu berkapasitas 83.000 kursi. Azteca bukan sekadar stadion biasa, melainkan arena bersejarah yang pernah menjadi saksi kejayaan Pele dan Diego Armando Maradona.

Azteca pertama kali dibangun pada 1961 dan diresmikan pada 29 Mei 1966. Sejak saat itu, stadion ini terus mengalami sejumlah pembaruan agar tetap relevan di tengah modernisasi.

Renovasi besar dilakukan pada 1986, 1999, 2013, dan 2016. Menjelang Piala Dunia 2026, Azteca kembali direnovasi sejak 2024 dan kini telah rampung untuk menyambut pesta akbar tersebut.

Selain laga pembuka, Azteca dijadwalkan menggelar tiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2026. Pada Kamis, 18 Juni 2026, stadion ini menjadi tuan rumah laga Grup K antara Uzbekistan kontra Kolombia pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya, Meksiko kembali tampil di kandang sendiri saat menjamu Republik Ceko pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB.

Peran Azteca tidak berhenti di fase grup. Pada Rabu, 1 Juli 2026, stadion ini menggelar laga ke-79 Piala Dunia 2026 yang merupakan babak 32 besar.

Berikutnya, pada Senin, 6 Juli 2026, Azteca yang dijuluki “rumah legenda” itu kembali menjadi arena pertandingan ke-92, yakni babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Bicara sejarah, Azteca tak bisa dipisahkan dari nama Pele. Stadion ini menjadi saksi bisu saat Brasil menumbangkan Italia dengan skor 4-1 di partai final Piala Dunia 1970.

Pele tampil sebagai bintang utama dengan mencatatkan namanya di papan skor pada laga tersebut. Kemenangan itu sekaligus menjadi momen Brasil secara permanen menyimpan trofi Jules Rimet untuk selamanya.

Selang 16 tahun, giliran Maradona yang mengukir sejarah di tempat yang sama. Sebelum Argentina merebut gelar juara, Maradona lebih dulu mencuri perhatian dunia di babak perempat final kontra Inggris.

Di laga itulah lahir gol “tangan tuhan” yang hingga kini menjadi bagian dari sejarah abadi sepak bola dunia.

Dominasi Argentina tidak berhenti di perempat final. Maradona kembali menjadi aktor utama saat Argentina mengalahkan Jerman Barat di partai puncak Piala Dunia 1986, yang juga berlangsung di Estadio Azteca.

Semua catatan bersejarah itu lahir di stadion yang kini akan kembali menjadi panggung utama Piala Dunia 2026.

Dengan sederet warisan sejarahnya, Estadio Azteca bukan sekadar tempat pembuka turnamen. Stadion ini menjelma saksi bisu perjalanan panjang sepak bola dunia yang patut diingat sepanjang zaman.

Share